Thursday, December 1, 2016

Dahlan Iskan Tunjuk Yusril Ihza Mahendra Jadi Pengacara

Nasional, Surabaya - Dahlan Iskan menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai salah satu tim penasehat hukumnya dalam persidangan perkara dugaan korupsi penjualan aset milik pemerintah daerah Provinsi Jawa Timur, PT Panca Wira Usaha, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya.

Penunjukan Yusril tersebut dibenarkan juru bicara yang juga salah seorang tim pendamping hukum Dahlan Iskan, Mursyid Murdiantoro. "Iya Pak Yusril dan kami yang akan jadi penasehat hukumnya," kata Mursyid saat dikonfirmasi Tempo melalui pesan WhatsApp, Kamis malam, 1 Desember 2016.

Menurut dia, mantan Menteri Hukum dan HAM itu bakal bergabung dengan tim penasehat hukum yang telah mendampingi Dahlan dalam proses penyidikan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Surabaya. "Nanti resminya hari Jumat atau Minggu beliau mau konpers," tutur dia.

Dahlan pernah menunjuk Yusril sebagai penasehat hukumnya saat dirinya menjadi tersangka korupsi proyek gardu listrik di Kejati DKI Jakarta pada 2015. Pakar hukum tata negara itu berhasil mengalahkan penyidik Kejati DKI di sidang praperadilan sehingga status tersangka Dahlan dicabut.

Pada sidang perdana terdakwa Dahlan pada Selasa lalu di Pengadilan Tipikor Surabaya ditunda karena ia datang tanpa didampingi pengacara. Di hadapan majelis hakim, Dahlan menyatakan belum menunjuk pengacara karena belum menerima berkas dakwaan dari jaksa.

Kejaksaan menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka pada 27 Oktober 2016. Sebagai Direktur Utama PT Panca periode 2000-2010, Dahlan dianggap bertanggung jawab dalam penjualan aset PT Panca di Kediri dan Tulungagung yang merugikan negara senilai Rp 11 miliar.

Dahlan sempat mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya. Tapi hakim tunggal Ferdinandus menolak gugatan Dahlan. Mantan menteri BUMN tersebut dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi serta Pasal 18, 55, dan 64 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

NUR HADI

Aksi 411 Ramai, Polda Kaltim: Belum Ada Informasi 212

Nasional, Samarinda - Sehari menjelang gelar Aksi Bela Islam III di Kalimantan Timur, polisi belum menerima pemberitahuan rencana mengenai acara ini. Acara ini disebut juga sebagai Aksi 212 dan akan diisi dengan acara doa dan zikir.

"Saya sudah cek ke Dirintelkam Polda. Sampai saat ini tidak ada pemberitahuan aksi besok di kabupaten/kota di Kalimantan Timur," kata Komisaris Besar Fajar Setiawan, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Timur, Kamis, 1 Desember 2016.

Menurut Fajar, pemberitahuan penyampaian pendapat di muka umum ke polisi harus dilakukan minimal tiga hari sebelum aksi digelar sesuai dengan peraturan perundangan.

"Jadi, kalau ada aksi besok, itu aksinya tidak berizin dan bisa dibubarkan. Tapi saya pikir tak sampai ke tindakan itu," kata Fajar.

Ramai diberitakan, acara berdoa 212 akan digelar di Jakarta. Sejumlah peserta aksi sudah mulai berdatangan ke Ibu Kota. Aksi akan digelar dengan cara damai, seperti berzikir dan salat Jumat.

Dalam aksi sebelumnya, acara unjuk rasa pada 4 November lalu, ada empat daerah yang menggelar aksi, seperti di Samarinda, Berau, Balikpapan, dan Kabupaten Paser Penajam Utara. Mereka menggelar aksi serentak.

Saat itu, ribuan umat muslim di Kalimantan Timur tumpah di jalan. Di Samarinda, mereka menggelar aksi long march dari Masjid Raya Darussalam menuju kantor gubernur, yang berjarak sekitar 2 kilometer. Aksi dimulai seusai salat Jumat dan bubar sesaat setelah waktu asar.

FIRMAN HIDAYAT

Hoax: Kabar Diskon Hotel untuk Tamu Massa Aksi 212

Bisnis, Jakarta - Sejumlah pesertaAksi Damai Jilid III 212 asal Bandung yang mengaku bernama Indra Hermansyah dan Andi mengklaim mendapat tawaran diskon 50 persen menginap dari Hotel Sahid Jakarta. “Peserta aksi 212 yang menginap di Hotel Sahid diberi potongan diskon 50 persen,” kata Indra kepada Tempo, Kamis, 1 Desember 2016.

Indra menambahkan, dia menginap bersama lima orang lain dari Bandung. Teman-temannya yang menginap bertugas sebagai relawan dokter Aksi Damai Jilid III. Semua biaya penginapan di Hotel Sahid dibiayai oleh Agus Supriadi, kerabat Indra. Menurut Indra, bagi tamu yang menjadi peserta demonstrasi akan mendapat diskon menginap dari pihak hotel.

Di hotel itu, relawan dokter mendirikan posko. “Awalnya saya tidak nyari hotel, rencananya langsung ke Masjid Istiqlal, tapi ada tawaran diskon, Alhamdulillah,” ujar dia. Saat ini kakaknya, Andi, sudah menginap di Hotel Sahid. Sementara dirinya menyusul dari Bandung bertolak ke Hotel Sahid. Di sana teman-temannya menanti bersiap mengikuti demonstrasi dan doa bersama di Monumen Nasional.

Namun, Presiden Komisaris PT Hotel Sahid Jaya International, Hariyadi Sukamdani, membantah informasi tersebut. Pihaknya tidak pernah menetapkan diskon bagi tamu, apalagi untuk para demonstran 212. "Itu hoax, (penyebar informasi) sudah kami laporkan ke Polda Metro Jaya,” kata Hariyadi saat dihubungi terpisah.

Hariyadi menegaskan, pihaknya masih menetapkan harga normal. Informasi adanya diskon 50 persen tersebut sangat merugikan perusahaan dan konsumen. Sebabnya, konsumen bisa tertipu dengan informasi demikian. Ia membantah keterangan Indra yang menyebut tarif hotel berkurang dari Rp 3,5 juta menjadi Rp 1,5 juta.

Informasi soal adanya potongan harga bagi peserta unjuk rasa, Hariyadi menegaskan, sudah merugikan dunia usaha. Pihaknya ingin agar Kepolisian Daerah Metro Jaya segera menangkap tersangka penyebar informasi tersebut lantaran diduga telah melanggar undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Sekarang di media sosial bahaya, bisa dipakai hal-hal negatif yang merugikan banyak orang," tutur Hariyadi. Karena itu ia berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi tersebut. “Jangan main-main loh, UU ITE itu serius, apalagi bertendensi menghasut dan merugikan orang,” ucapnya.

AVIT HIDAYAT

Baca Pula
Terbongkar, Skenario ISIS Jual Es Krim Beracun pada Bocah
Cerita Pelajar yang Rela Bolos Sekolah demi Aksi 212

Cerita Pelajar yang Rela Bolos Sekolah demi Aksi 212

Aksi Bela Islam III, Pengurus Masjid Istiqal Jamin Logistik

Aksi 212, Kapolda Jawa Barat Minta Polres Gelar Doa Bersama

867 Kasus Kebencian Agama Terjadi Sejak Trump Menang Pilpres

Powered by Blogger.